Showing posts with label kongsi ilmu. Show all posts
Showing posts with label kongsi ilmu. Show all posts

Friday, November 15, 2013

taubat maksiat taubat maksiat,then??


kopipes dari 

http://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2013/11/52086-taubatmaksiatblog.png?w=500
Maksiat Lagi Taubat Lagi Maksiat Lagi. Bismillah, sering kali kita berusaha untuk bertaubat, namun maksiat lagi, taubat lagi, maksiat lagi, taubat lagi, maksiat lagi. Berikut nasihat yang indah menganai hal seperti itu.

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz


Pertanyaan

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Aku seorang pemuda berusia 19 tahun. Aku telah berbuat aniaya terhadap diriku sendiri dalam banyak kemaksiatan sehingga aku sering tidak shalat di masjid, tidak puasa Ramadhan secara sempurna selama hidupku, dan aku melakukan perbuatan-perbuatan tercela lainnya. Seringkali diriku berjanji untuk bertaubat, tetapi aku kembali bermaksiat, dan aku berteman dengan para pemuda di kampung kami yang tidak benar-benar istiqamah. Demikian pula kawan-kawan, saudara-saudaraku, seringkali datang ke rumah kami, dan mereka bukan orang-orang yang shalih juga. Allah tahu bahwasanya aku telah banyak berbuat aniaya terhadap diriku sendiri dalam kemaksiatan-kemaksiatan dan aku melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk. Tetapi setiap kali aku bertekad untuk bertaubat, maka aku kembali lagi seperti semula. Aku berharap agar engkau menunjukkan kepadaku pada suatu jalan yang mendekatkanku kepada Tuhanku dan menjauhkan dari perbuatan-perbuatan yang buruk ini.


Jawaban

“Artinya : Katakanlah, ‘Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang[Az-Zumar : 53]

Para ulama bersepakat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang yang bertaubat. Barangsiapa yang bertaubat dari dosa-dosanya dengan taubat yang semurni-murninya, maka Allah mengampuni dosa-dosanya semuanya, berdasarkan ayat ini dan berdasarkan firmanNya.

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menutupi kesalahan-kesalahan dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai [At-Tahrim : 8]

Allah Subhanahu wa Ta’ala mempertalikan penghapusan kesalahan-kesalahan dan masuk surga pada ayat ini dengan taubat yang semurni-murninya, yaitu perbuatan yang mencakup meninggalkan dosa, waspada terhadapnya, menyesali apa yang pernah dilakukannya, bertekad bulat untuk tidak kembali kepadanya, karena mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, menginginkan pahalanya, dan takut terhadap siksanya.

Dan diantara syarat taubat ialah mengembalikan hak-hak yang dizhalimi kepada yang berhak menerimanya atau mereka yang memaafkannya, jika kemaksiatan tersebut berupa kezhaliman yang menyangkut darah, harta dan kehormatannya, maka ia banyak berdo’a untuknya, dan menyebut kebaikan-kebaikan amal yang dilakukan olehnya di tempat-tempat di mana ia pernah mengunjingkannya; karena kebaikan-kebaikan akan menghapuskan keburukan-keburukan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : 
Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung [An-Nur : 31]

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaitkan dalam ayat ini keberuntungan dengan taubat. Ini menunjukkan bahwa orang yang bertaubat itu orang yang beruntung lagi berbahagia. Jika orang yang bertaubat mengiringi taubatnya dengan iman dan amal shalih, maka Allah menghapuskan keburukan-keburukannya dan menggantinya dengan kebajikan-kebajikan. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surah Al-Furqan, ketika menyebutkan kesyirikan, membunuh dengan tanpa hak dan zina.

“Artinya : Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain berserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih ; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [Al-Furqn ; 68-70]

Di antara sebab taubat ialah ketundukan kepada Allah, memohon hidayah dan taufik kepadaNya, serta agar Dia memberi karunia berupa taubat kepadamu. Dialah yang berfirman.

“Artinya : Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu [Al-Mukmin : 60]

Dialah yang berfirman.
“Artinya : Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan pemohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepadaKu [Al-Baqarah : 186]




Diantara sebab-sebab taubat juga dan istiqomah di atasnya ialah berteman dengan orang-orang yang baik 

dan meneladani amalan-malan mereka, serta menjauhi berteman dengan orang-orang yang jahat. Shahih dari 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda.

“Artinya : Seseorang itu tergantung agama temannya, maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan kepada siapa berteman [Hadits Riwayat Abu Daud dalam Al-Adab, 4833,At-Tirmidzi dalam Az-Zuhud 2378, Ahmad 8212]


Beliau bersabda.

“Artinya : Perumpamaan teman yang shalih dan teman yang buruk ialah seperti pembawa minyak wangi dan pandan besi.Pembawa minyak wangi mungkin akan memberi minyak kepadamu, kamu membeli darinya, atau kamu mencium baunya yang harum. Sedangkan pandan besi, mungkin akan membakar pakaiannmu atau kamu mencium bau yang tidak sedap” 
[Hadits Riwayat Al-Bukhari alam Al-Buyu 2102, Muslim dalam Al-Birr wa Ash-Shilah 2628]

[Kitab Ad-Da’wah, Al-Fatawa, hal.251, Syaikh Ibnu Baz]







jangan berlebihan dalam memuji

http://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2013/11/116c7-janganmemujiblog.png?w=500
Jangan Berlebihan Dalam Menyanjung | al-uyeah.blogspot.com
Bismillaah, salah satu pesan Rosulullah Shalallahi’alaihiwasalm kepada umatnya adalah untuk tidak berlebihan memuji beliau. Perhatikan.

وَعَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، إِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ، فَقُولُوا: عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ) أَخْرَجَاهُ.

Dari Umar radhiyallâhu ‘anhû, (beliau berkata): Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam hal memujiku sebagaimana orang-orang Nashrani telah berlebih-lebihan dalam hal memuji (Isa) putra Maryam. Aku hanyalah seorang hamba maka katakanlah, ‘Hamba Allah dan Rasul-Nya’.” Dikeluarkan oleh keduanya (Al-Bukhâry dan Muslim).

Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda;
 
“Jangan kalian memujiku, lalu kalian berlebihan dalam memuji diriku sebagaimana orang-orang Nashara telah berlebihan (dalam memuji) terhadap Isa ‘alaihis salam, sehingga mereka menyatakan bahwa Isa memiliki sifat-sifat ulûhiyyah. Sesungguhnya aku tidak lebih hanyalah seorang hamba Allah dan utusan-Nya, maka sifatilah aku dengan itu. Jangan kalian mengangkat diriku melebihi kedudukan yang telah ditentukan oleh Allah untukku.”

Sesungguhnya Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam melarang untuk bersikap ghulûw ‘berlebih-lebihan’ terhadap diri beliau berupa memberi suatu spesifikasi sifat rubûbiyyah. Hal ini menunjukkan tentang keharaman sikap ghulûw, dan bahwa hal tersebut akan mengantar kepada kesyirikan sebagaimana sikap tersebut telah mengantar orang-orang Nashara (untuk berbuat kesyirikan terhadap Allah) dalam sikap mereka kepada Isa.


Faedah Hadits

1. Diharamkannya melampaui batas dalam memuji Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan mengeluarkan beliau dari lingkaran kehambaan, karena hal itu termasuk kesyirikan kepada Allah.
2. Kekuatan dan ketegasan nasihat Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya.
3. Bahwa sikap ghulûw terhadap orang shalih adalah suatu sebab yang dapat menjatuhkan ke dalam kesyirikan.
4. Peringatan dari penyerupaan kepada orang-orang kafir.

sumber : dzulqarnain.net
Perhatikan, jangan meletakkan sifat-sifat ulûhiyyah kepada Rosulullah Shalallahi’alaihiwasalam. Allah Maha Mendengar setiap doa hambaNya, Rosulullaah bukan maha mendengar setiap doa umatnya. Allah Maha Melihat, Berkuasa atas segala sesuatu, Rosulullah tidak. Atas ijin Allah ‘Azza wa Jalla kita bisa terlepas dari musibah, memenuhi segala hajat dalam hidup ini, dan itu bukan atas ijin Rosulullah. Wallahua’lam

Wednesday, November 13, 2013

berburu berkah di bulan muharram

dakwatuna.com – Muharram termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah, selain Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Rajab. Dalilnya sudah jelas, sebagaimana dituturkan Allah dalam Al-Quran.

Sungguh bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat Bulan Haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah/9: 36).

Kenapa disebut Bulan Haram? Ibnu Muhammad Al-Jauzi dalam kitab ‘Zad Al-Masir fi Ilm At-Tafsir’ menjelaskan, dinamakan Bulan Haram karena dalam empat bulan itu diharamkan pembunuhan atau peperangan, sebagaimana juga diyakini kaum Jahiliah sebelum Islam datang di bumi Mekah. Selain itu, karena pahala kebaikan di Bulan Haram akan dilipatkan dan demikian pula dosa keburukan.

Kendati demikian, bukan berarti bulan-bulan di luar Bulan Haram tidak mulia. Seperti Ramadhan, jelas bulan penuh kasih sayang, pengampunan, dan keberkahan. Umat Islam jangan lagi terjebak kepada pemahaman dangkal, sebagaimana ketika memahami keutamaan surat atau ayat Al-Quran tertentu. Dipersepsi, misalnya, hanya surat Yasin yang memiliki keutamaan dahsyat. Muncullah tradisi Yasinan, sementara tidak pernah ada tradisi Al-Fatihahan, Al-Baqarahan, Ali Imranan, An-Nisaan.

Penting juga dicatat, sebagian kalangan beranggapan bahwa orang yang paling berjasa dalam menetapkan kalender Hijriah sebagai identitas penanggalan Islam adalah Umar bin Khattab. Anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Imam As-Suyuti mengungkapkan fakta lain. Menurut murid dari ulama kenamaan bermazhab Hanafi, Taqiyuddin As-Subki, itu ternyata Umar bin Khattab bukan sosok pertama yang menyerukan penggunaan kalender Hijriah. Ibnu Asakir dan Ibnu Shalah membenarkan pendapat ini.

Berdasarkan riwayat yang paling kuat, Rasulullah pernah berkirim surat kepada umat Nasrani di Najran. Dalam surat itu, Rasulullah memerintahkan Ali bin Abu Thalib supaya menuliskan kalimat, “Surat ini ditulis pada hari kelima sejak hijrah”. Karena itu, menurut As-Suyuti, ketika Umar bin Khattab hendak menetapkan sistem kalender Islam, dia mengumpulkan para sahabat dan meminta saran mereka. Peristiwa itu terjadi ketika pemerintahan Umar bin Khattab berjalan dua setengah tahun. Setelah mendapatkan masukan, dia lantas memilih pendapat Ali bin Abu Thalib bahwa acuannya ialah peristiwa hijrah. Dengan kata lain, kalender Hijriah memang baru digunakan secara resmi di masa Khalifah Umar bin Khattab, tetapi ide dan penetapannya berasal dari Rasulullah sendiri.

Nama Hijriah jelas mengacu pada peristiwa hijrah dari Mekah ke Madinah. Ada hikmah besar di balik peristiwa itu. Kalender Hijriah bukan penanggalan biasa. Lebih dari itu, kalender yang dimulai dengan Muharram itu merupakan sebuah identitas dan jati diri umat Islam. Dipilihnya Hijriah sebagai nama kalender Islam, lantaran peristiwa hijrah itulah tonggak peradaban Islam. Hijrah merupakan torehan sejarah yang berhasil meletakkan garis tegas antara hak dan batil.

Kenapa Muharram dipilih sebagai permulaan bulan, padahal hijrah terjadi di bulan Rabiul Awal? Para ulama lalu mengemukakan alasan, karena pada bulan Muharram jamaah haji pulang dari Tanah Suci Mekah ke kampung halaman. Dari segi kronologi hijrah, Muharram juga dinilai sebagai embrio hijrah. Sebab, Rasulullah telah bertekad untuk hijrah dari Mekah ke Madinah sejak bulan Muharram.

Sangat disayangkan kalau masih ada kepercayaan berbau takhayul dan khurafat. Umat Islam jangan lagi memiliki kepercayaan bahwa menikah pada bulan Muharram akan mendatangkan kesialan, seperti kecelakaan, kematian, dan kerugian lain. Muharram bukan bulan kesedihan, demikian juga Syawal dan Safar. Mitos kesialan itu jelas kontraproduktif dengan Al-Quran dan hadits. Menurut riwayat Bukhari, Aisyah dinikahi Rasulullah pada bulan Syawal, pernikahan Ali bin Abu Thalib dengan Fatimah juga disinyalir terjadi di bulan Safar.

Seharusnya kita kembali pada panduan Allah dan Rasulullah. Panduan yang benar dalam memuliakan Muharram adalah dengan berpuasa pada tanggal 10, dikenal dengan istilah puasa Asyura. Rasulullah bersabda, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah pada bulan Allah yang mulia, yaitu Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat tahajud.” (HR Muslim).

Asyura merupakan kewajiban puasa pertama dalam Islam. Baru ketika kewajiban puasa Ramadhan turun, status hukum puasa Asyura berubah menjadi sunah. Hikmahnya, menghapuskan dosa selama setahun yang telah lewat. Simak hadits riwayat Aisyah berikut. Adalah pada hari Asyura, kaum kafir Quraisy zaman Jahiliah berpuasa. Ketika Rasulullah datang di Madinah, beliau berpuasa dan memerintahkan (sahabat) supaya berpuasa. Maka ketika Allah mewajibkan puasa Ramadhan, beliau meninggalkan puasa Asyura, maka barang siapa berkenan silakan berpuasa, barang siapa meninggalkan juga silakan.” (HR Bukhari).

Asyura juga diyakini sebagai puasa Nabi Saleh. Pada tanggal 10 Muharram itu, Nabi Musa selamat dari kejaran tentara Firaun, Nabi Yunus keluar dari perut ikan, dan Nabi Nuh selamat dari banjir besar. Karena itu, ketika Rasulullah menyaksikan kaum Yahudi dan Nasrani di Madinah berpuasa pada tanggal itu, beliau kemudian memerintahkan puasa sejak tanggal 9 Muharram atau populer dengan istilah puasa Tasu’a. Alasan beliau ketika itu, supaya tradisi puasa umat Islam tidak menyamai tradisi Yahudi dan Nasrani. Sabda Rasulullah, “Apabila tahun depan, insya Allah kita berpuasa pada tanggal sembilan.” (HR Muslim).

Tetapi, tidak sampai mendapati Muharram di tahun depan, Rasulullah sudah meninggal dunia. Karena itu, puasa tanggal 9 Muharram statusnya sunnah hammiyah alias sunnah yang sudah dicita-citakan Rasulullah tetapi beliau belum sempat melakukan. Ibnu Qayim Al-Jauziyah membuat peringkat terkait puasa di bulan Muharram. Menurutnya, puasa bulan Muharram yang paling utama adalah tanggal 9, 10, 11. Tingkatan di bawahnya adalah puasa tanggal 9 dan 10. Yang terendah, puasa tanggal 10 saja.

Demikian, semoga kita semua dapat memuliakan bulan Muharram dengan rangkaian ibadah sesuai tuntunan Allah dan Rasulullah.


 
 
 
 

Wednesday, September 11, 2013

10 PERKARA SIA-SIA by Imam Ibn-ul-Qayyim

kopipes dri fb


Ten Useless Matters According to 
Imam Ibn-ul-Qayyim al-Jawziyyah

There are ten useless matters:

 
1. Knowledge that is not acted on
2. The deed that has neither sincerity nor is based on following the righteous examples of others
3. Money that is hoarded, as the owner neither enjoys it during this life nor obtains any reward for it in the Hereafter
4. The heart that is empty of love and longing for Allah, and of seeking closeness to Him
5. A body that does not obey and serve Allah
6. Loving Allah without following His orders or seeking His pleasure
7. Time that is not spent in expiating sins or seizing opportunities to do good
8. A mind that thinks about useless matters
9. Serving those who do not bring you close to Allah, nor benefit you in your life
10. Hoping and fearing whoever is under the authority of Allah and in His hand; while he cannot bring any benefit or harm to himself, nor death, nor life; nor can he resurrect himself.

However the greater of these matters are wasting the heart and wasting time. Wasting the heart is done by preferring this worldly life over the Hereafter, and wasting time is done by having incessant hope. Destruction occurs by following one’s desires and having incessant hope, while all goodness is found in following the right path and preparing oneself to meet Allah.

How strange it is that when a servant of Allah has a [worldly] problem, he seeks help of Allah, but he never asks Allah to cure his heart before it dies of ignorance, neglect, fulfilling one’s desires and being involved in innovations. Indeed, when the heart dies, he will never feel the significance or impact of his sins.
[Al-Fawaid]

Source: IOU


 

Sunday, February 17, 2013

sebuah kisah 'basah'

Aslmkm ikhwah dan akhawat, nah sebuah kisah 'basah'...kelebihan istigfar...

Suatu ketika itu, Imam Ahmad singgah di sebuah tempat yang kebanyakan mereka tidak mengenalinya (kurangnya teknologi ketika itu). keadaan sudah larut malam dan Imam Ahmad merasa letih dan ingin tidur didalam sebuah masjid. Tapi niatnya tidak kesampaian kerana penjaga masjid tersebut melarang Imam Ahmad untuk tidur di masjid. Imam Ahmad kemudian bertanya kepada penjaga tersebut sama ada dia dibenarkan untuk tidur di luar masjid, penjaga itu melarangnya. Imam Ahmad bertanya lagi jika dia tidak tidur, tetapi hanya berdiri di perkarangan masjid, penjaga itu melarangnya lagi.
Penjaga itu kemudian menolak Imam Ahmad dari masjid tersebut.
Seorang pembuat roti ternampak kelakuan antara Imam Ahmad dan penjaga masjid tersebut. Setelah jelas akan situasi Imam Ahmad, maka si pembuat roti mempelawa Imam Ahmad untuk bermalam sahaja dirumahnya. Imam Ahmad menerima pelawaan tersebut.
Ketika Imam Ahmad hendak tidur, dia terdengar zikir istighfar dari si pembuat roti yang sedang sibuk membuat rotinya. Imam Ahmad mendengarkan zikir itu sehingga boleh dikatakan si pembuat roti itu berzikir istighfar sepanjang malam.
Paginya Imam Ahmad bertanya kepada si pembuat roti mengapa dia beristighfar. maka si pembuat roti menjawab, "Setakat ini segala doa saya dikabulkan Allah melainkan satu perkara sahaja belum lagi".
Imam Ahmad bertanya "Apakah doa kamu yang belum di perkenankan oleh Allah itu?.
Jawab lelaki itu " Saya berdoa agar dipertemukan dengan Imam Ahmad bin Hanbal"
Maka kata Imam Ahmad : " Saya lah orangnya, Akulah Imam Ahmad Bin Hanbal, demi Allah, sesungguhnya aku telah diseret untuk menuju kepadamu."
 
(Sumber: majalah Qiblati, indonesia. edisi ke 8)
 
 p/s: citer ni dari perkongsian akhowat.banyaknya kelebihan istigfar..doa di makbulkan.. hehe.. kdg2 rasa juga begini..smpai malu dibuatnya..benarlah percaturan Allah sgt cantik dan memang yg terbaik! sukerr citer nii...syg Allah sgt2! hari ni pun hari yg menggembirakan..doa di makbul dpt jumpa n cakap ngan ustad ismail yg comel. subhanallah.. alhamdulillah.. banyaknya ilmu yg sy dpt arini.. terharu..huuu~ Allah Maha Pengasih dan Penyayang.. ^_^
 
=)
 
 
 

Monday, February 11, 2013

5 cahaya utk 5 kegelapan

1- Dosa adalah kegelapan dan cahaya yang menyuluhnya adalah Taubat.
2- Kubur adalah kegelapan dan cahaya yang menyuluhnya adalah Solat.
3- Neraca Timbangan  adalah kegelapan dan cahaya yang menyuluhnya adalah La Ilaha IllAllah.
4- Titian Sirat adalah kegelapan dan cahaya yang menyuluhnya adalah Yaqin.
5- Alam Akhirat  adalah kegelapan dan cahaya yang menyuluhnya adalah Amal Soleh.

sumber http://peribadirasulullah.wordpress.com/2013/02/09/5-cahaya-yang-menyuluh-5-kegelapan/

 

Tuesday, February 05, 2013

7 sunnah2 utama Rasulullah SAW

"Sesungguhnya Rasulullah SAW adalah pintu untuk bertemu Allah bagi setiap manusia. Baginda SAW adalah sebaik-baik ikutan, bagi mereka yang yakin dengan Allah, yang mahu redha Allah. Ikutlah." (Habib Ali Zaenal Abidin al-Hamid)


 Berkata-kata tentang sunnah Baginda SAW, apakah ia sunnah-sunnah utama:

Pertama: Tahajjud, kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjud malamnya.

Kedua: Membaca Al-Qur'an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur'an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

Ketiga: Solat di masjid terutama di waktu subuh.

Keempat: Jaga solat dhuha, kerana kunci rezeki terletak pada solat dhuha.

Kelima: Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.

Keenam: Jaga wudhu terus menerus kerana Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, "Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah".

Ketujuh: Amalkan istighfar setiap saat utk menghapus dosa. Ketahuilah dosa-dosa kita buat kita jauh dari Allah.

 sumber : Ismi Eila


 

Tuesday, December 25, 2012

4 petua imam shafie

Menguatkan badan

1. makan daging
2. memakai haruman
3. kerap mandi
4. berpakaian dari kapas

Melemahkan badan

1. banyak bersetubuh
2. selalu cemas
3. banyak minum air ketika makan
4. banyak makan bahan yang masam

Menajamkan mata

1. duduk mengadap kiblat
2. bercelak sebelum tidur
3. memandang yang hijau
4. berpakaian bersih

Merosakkan mata

1. memandang najis
2. melihat orang dibunuh
3. melihat kemaluan
4. membelakangi kiblat

Menajamkan fikiran

1. tidak banyak berbual kosong
2. rajin bersugi (gosok gigi)
3. bercakap dengan orang soleh
4. bergaul dengan para ulama


Monday, December 24, 2012

pesanan buat niqabis


Kamu katakan niatmu berada di sini adalah sebagai salah satu medan bagimu untuk meyampaikan dakwah-Nya seterusnya melaksanakan tanggungjawab sebagai khalifah-Nya. Namun sedarkah kamu apa yang kamu lakukan sekarang? Adakah kamu sedar atau sememangnya kamu masih belum sedar? Mari kita lihat.

Ramai antara niqobis yang ana perhatikan sekarang gemar upload gambar mereka berniqob dan ada juga tanpa niqob dengan gaya yang bisa menarik perhatian. Tidak ana nafikan, ana jua pernah melakukan sedemikian namun dengan izin suatu hari Allah telah menunjukkan cahaya-Nya.

Tahukah kamu walau gambar yang kamu upload itu gambar berniqob yang menutup sebahagian wajahmu namun sebenarnya masih lagi dapat meruntuhkan jiwa lelaki dengan satu fitnah. Apakah ia? Ianya adalah sepasang mata. Sepasang mata yang terhias cantik dengan ukiran celak yang menawan. 'Sepasang mata Si Hawa itu mampu menggelorakan seribu jiwa Si Adam'. Ianya menjadi daya penarik utama bagi kaum Adam dan sedar atau tidak ianya ke arah membuka satu pintu zina buat kamu. Nauzubillah!

Saidatina Aisyah RA pernah berpesan :

"Sebaik-baik wanita adalah yang tidak memandang dan dipandang"

Srikandi Islam yang cantik rupawan ini,malah baik ilmunya dan menjadi ikon kaum Hawa dulu kini dan selamanya sendiri berpesan akan azimat ini. Pesanan ini untuk menegaskan bahawa,"SEBAIK-BAIK" bermaksud penekanan kepada wanita-wanita yang berusaha menjadi baik,haruslah dan mestilah orang yang berusaha untuk tidak dipandang dan tidak memandang.

Tidak dipandang adalah membawa maksud,tidak menjadi perhatian kaum ajnabi(lelaki tiada pertalian darah) secara syahwat ataupun tanpa nafsu syahwat.
Tidak memandang pula membawa maksud,menundukkan pandangan daripada melihat ajnabi(lelaki tiada pertalian darah) dan perkara yang berupa maksiat.

Jadi disini ingin ana tegaskan, pemakaian purdah ini dasarnya adalah untuk tidak diPANDANG akan kejelitaan wajah yang mampu menaikkan syahwat ajnabi(lelaki tiada pertalian darah) Atau lebih mudah adalah supaya tidak menjadi perhatian awam. Namun,sekiranya pemakaian purdah itu sendiri menjadi perhatian,maka tujuan asalnya telah terpesong sama sekali. Malah,akan menimbulkan fitnah kepada si pemakai itu sendiri.

Sama hal juga seperti kamu upload gambar kamu berniqob di facebook and etc. Ianya sememangnya tidak memaparkan wajah kamu tetapi cukup dengan sepasang mata yang indah dan gaya kamu itu sudah membuatkan lelaki ajnabi 'terjatuh'.

Oleh yang demikian, sebagai wanita yang berusaha untuk menjadi"SEBAIK-BAIK"wanita seperti yang dipesan oleh Saidatina Aisyah,maka perlu dan wajiblah kepada kita untuk berusaha agar tidak dipandang dan juga tidak memandang kepada yang maksiat itu. Supaya kita,terselamat dari fitnah-fitnah dunia dan mengharumkan nama baik muslimah itu sendiri.

"Wanita itu adalah perhiasan dunia.Dan SEBAIK-BAIK perhiasan adalah yang solehah"

Jelas? Tepuk dada. Buka hati. Buka minda. Tanya iman. Apa khabar imanmu?
________________________________________________

Allahummasallia'ala Saidina Muhammad,
Pena Dakwah-Nya ♥
 
 

Wednesday, December 05, 2012

mari bersilaturrahim! ^_^ Allahu Rabbi..

MAKSUD SILATURRAHIM?

"Menghubungkan Silaturrahim" atau tali persaudaraan dan kekeluargaan. Silah memberi maksud hubungan, Ar-Rahim maknanya pertalian manusia dari segi keturunan dan disebut juga kerabat atau keluarga.

IMAM Ibnul Atsir berkata: "Silaturrahim adalah suatu ungkapan berkaitan dengan menjalinkan perbuatan baik terhadap kaum kerabat yang memiliki hubungan senasab atau perkahwinan, berlemah lembut kepada mereka, menyayangi mereka, memerhatikan keadaan mereka, walaupun mereka jauh dan berbuat jahat. Manakala memutuskan silaturahim adalah suatu perbuatan yang berlawanan dengannya"

Kaum kerabat terdiri daripada kedua ibu dan bapa, adik beradik, pakcik, makcik, sepupu, nenek, datuk dan anak yang memiliki hubungan kekeluargaan yang dekat. Adapun hubungan yang dinisbahkan kepada selain ahli keluarga, maka ia disebut sebagai ukhuwah Islamiah (persaudaraan sesama Islam).

Allah swt ada berfirman dengan maksud: "Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dulu (di masa jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu kerana nikmat Allah, orang yang bersaudara" (Surah Ali-Imran, ayat 103)

ISLAM ANJUR HUBUNGKAN SILATURRAHIM

Mengeratkan silaturrahim sesama saudara hukumnya wajib sebagaimana perintah Allah swt dalam ayat di bawah ini:

“Dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu selalu meminta dengan menyebut-nyebut namaNya, serta peliharalah hubungan (silaturrahim) kaum kerabat; kerana sesungguhnya Allah sentiasa memerhati (mengawas) kamu” (Surah an-Nisaa’, ayat 1)

Kewajipan mengeratkan silaturrahim itu juga disandarkan dengan rasa keimanan kepada Allah swt sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasullullah saw. Baginda bersabda yang bermaksud:

“Dan siapa yang beriman dengan Allah dan Hari Akhirat maka hendaklah dia mengeratkan kekeluargaan (silaturrahim)” (Hadits riwayat Bukhari)

Allah swt mewajibkan kepada kita semua untuk menghubungkan silaturrahim dan mengharam memutuskannya dan menyuruh kita supaya sentiasa berbuat baik dan tolong-menolong dalam perkara-perkara kebaikan kepada semua manusia terutama kepada mereka yang ada hubungan kekeluargaan.

Firman Allah swt dalam surah An-Nisa', ayat 1 yang bermaksud:

"Wahai umat manusia, hendaklah kamu sekalian bertaqwa kepada Allah, yang telah menjadikan kamu sekalian (berasal) dari satu bapa (Adam) yang kemudian dijadikannya pula pasangannya , dari kedua jenis kelamin iaitu maka berkembang biaklah manusia di muka bumi ini lelaki dan perempuan. Maka hendaklah kamu takut kepada Allah yang kamu minta-meminta dengan namaNya, demikian juga hendaklah kamu jaga tali persaudaraan (silaturrahim). Allah selalu waspada tehadap kamu sekalian"

Dalam surah yang sama (An-Nisa’), ayat 36, Allah swt berfirman lagi, yang bermaksud:

"Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah dan jangan kamu sekutukan dia dengan sesuatu pun jua dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibu-bapa dan kaum kerabat dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan jiran tetangga yang dekat dan jiran tetangga yang jauh dan rakan sejawat dan orang musafir yang terlantar dan juga hamba yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang sombong takbur dan membangga-banggakan diri"

Rasulullah saw ada membuat penjelasan berhubung dengan hubungan silaturrahim ini. ANTARA hadis yang berkaitan:

“Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, hendaklah dia menjalinkan silaturrahim” (Hadis riwayat Bukhari)

“Tidak masuk Syurga mereka yang memutuskan silaturrahim” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Oleh itu, dengan bersandarkan peringatan Allah swt dan Rasul saw ini, MARI KITA jalin, MARI KITA pelihara dan MARI KITA suburkan hubungan silaturrahim di kalangan ahli-ahli keluarga kita.

HIKMAT PENSYARIATAN SILATURRAHIM

Hubungan silaturrahim adalah hubungan untuk menyebar kasih sayang dan kecintaan bukan kebencian antara sesama orang yang beriman. Mereka yang mengutamakan hubungan silaturrahim memiliki banyak kelebihan yang dianugerahkan oleh Allah swt. ANTARANYA:

1.Hikmah bersilaturrahim ialah dimurahkan rezeki dan dipanjangkan umur sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Nabi saw bersabda dengan maksud:

“Barangsiapa yang suka dimurahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya maka hendaklah dia menyambungkan kekeluargaan (silaturrahim)”

2. Selain melaksanakan perintah Allah swt dan RasulNya, jalinan silaturrahim juga akan membina suasana kasih sayang yang harmoni dan saling bantu membantu di kalangan ahli keluarga. Hubungan baik ini juga membolehkan berlaku perkongsian ilmu serta kebaikan, meraih kekuatan dengan kesatuan kekeluargaan yang terbina, menjauhi keburukan seperti fitnah atau buruk sangka dan yang akhirnya diberi jaminan syurga oleh Allah swt.

Daripada Abu Ayyub al-Anshari, katanya: "Seorang lelaki datang bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, beritahu kepadaku suatu amal yang dapat memasukkan aku ke dalam syurga dan menjauhkan aku dari neraka. Maka Nabi SAW bersabda: Engkau beribadah kepada Allah dan tidak mensyirikkanNya dengan sesuatu apa pun, mendirikan solat, mengeluarkan zakat dan menjalinkan silaturrahim" (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Firman Allah swt yang bermaksud: "Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu" (Surah an-Nisaa', ayat 1)

Rumusannya, usaha menjalinkan silaturrahim memberikan banyak manfaat. Ia sebagai suatu usaha (tanggungjawab) melaksanakan perintah Allah swt dan RasulNya, membina suasana kasih sayang yang harmoni dan saling bantu membantu, diberi keluasan rezeki oleh Allah, meraih kekuatan dengan kesatuan kekeluargaan yang terbina, menjauhi keburukan seperti fitnah dan buruk sangka, dan yang akhirnya diberi jaminan Syurga (dijauhkan dari Neraka) oleh Allah swt.

MENJALIN SILATURRAHIM – BAGAIMANA CARA?


Menjalinkan hubungan silaturrahim di kalangan ahli keluarga dapat dilaksanakan dengan pelbagai cara. ANTARANYA sentiasa berhubung dengan mereka sama ada dengan menziarahi mereka atau dengan memanfaatkan peranan alat bantu teknologi masa kini (seperti internet, e-mail, sms, atau telefon), bertanyakan khabar , memberikan hadiah, sentiasa hormat-menghormati terutamanya kepada mereka yang lebih tua, segera membantu mereka yang memerlukan dan yang berada dalam kesusahan, saling sayang menyayangi, ingat mengingatkan, memuliakan mereka, mendampingi mereka jika mereka menghadapi kesedihan, meraikan kegembiraan mereka, sentiasa memenuhi undangan dari mereka, mendoakan kebaikan buat mereka, mendamaikan yang berselisih, dan juga mengajak mereka kepada jalan kebaikan yang diredhai oleh Allah swt.

Perhubungan yang baik terhadap ahli keluarga ini perlu dilakukan secara berterusan bertepatan dengan petunjuk Allah swt dan sunnah RasulNya. Kepada mereka yang memiliki ahli keluarga yang kafir, fasiq, atau seumpamanya, maka jalinan kekeluargaan bersama dengan mereka boleh dilakukan melalui nasihat-nasihat tertentu yang baik-baik, memberi tunjuk ajar, peringatan, membantu mereka dalam kesusahan, dan berusaha mengajak mereka ke jalan yang benar dengan hikmah.

Kita boleh gunakan kesempatan hari-hari perayaan (umpamanya Hari Raya Aidil Fitri) untuk menjalinkan hubungan silaturrahim yang lebih erat di kalangan sesama ahli keluarga. Yang terputus, kita jalinkan kembali; yang renggang, kita dekat-dekatkan; dan yang rapat, kita mesra-mesrakan. Hulurkan tangan memohon maaf tanpa mengira siapa yang benar dan siapa yang salah. Itulah sifat seorang Muslim yang mulia.

SILATURRAHIM YANG TERPUTUS - JALIN SEMULA !

Islam amat menuntut umatnya untuk menjaga hubungan silaturrahim sesama manusia, kerana akibat memutuskan silaturrahim itu amat besar kesan keburukannya, bukan hanya setakat di dunia sahaja bahkan juga di akhirat kelak. Lazimnya, gejala memutuskan silaturrahim di kalangan ahli keluarga berpunca daripada pertengkaran atau perselisihan yang disebabkan oleh harta benda, harta pusaka, hutang piutang, hasutan, fitnah, sifat sombong dan mementing diri sendiri. Hatta perkelahian antara sesama anak pun juga boleh menyebabkan terputusnya ikatan silaturrahim, di mana kedua-dua pihak saling salah-menyalahkan, didorong lagi jika kedua-duanya tidak mempunyai kesabaran dan sikap terbuka serta mengalah untuk memohon maaf atau saling bermaafan. Permusuhan dan pergeseran seperti ini boleh berlaku secara berpanjangan jika tidak ada kesedaran dalam diri kedua-dua pihak atau tidak ada orang lain yang mahu meleraikan atau mendamaikan pihak yang bermusuhan ini.

Perlu diingat bahawa tanggungjawab untuk membina semula silaturrahim yang terputus, bukan sahaja terletak kepada dua pihak yang bermusuhan, tetapi sanak saudara atau kawan-kawan yang mengetahui tentang perkara ini juga boleh memainkan peranan yang penting selaku orang tengah dalam mendamaikan dan menyambung semula silaturrahim yang terputus.

Oleh itu binalah ikatan silaturrahim sesama insan dalam apa jua kesempatan, mungkin dalam suasana hari raya, merupakan kesempatan yang baik untuk menjalinkan semula hubungan yang baik,
tetapi menunggu hari raya mungkin mengambil masa yang lama. Oleh itu, berfikir dan bertindaklah secara bijaksana dalam mencari waktu yang sesuai pada bila-bila masa sebagai satu wadah untuk memperkukuhkan lagi tali silaturrahim.

Rasulullah saw ada bersabda yang bermaksud:

"Orang yang menjalinkan hubungan kekeluargaan bukanlah mereka yang membalas sesuatu kebaikan, tetapi adalah mereka yang menyambungkan (menjalinkan semula) suatu perhubungan yang telah terputus" (Hadis riwayat Bukhari)

Kita perlu berusaha menghubungkan silaturrahim dengan mereka. Kita ketepikan kebencian dan padamkan api dendam. Kita berlaku baik dan tunjukkan kasih sayang kepada mereka. Kita juga perlu bersabar terhadap perbuatan yang menyakitkan dan berbuat baik dan bergaul bersama mereka dengan akhlak yang mulia semoga kita semua beroleh kemenangan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat

Firman Allah swt di dalam surah Fussilat ayat 34, yang bermaksud:

"Dan tidaklah sama perbuatan yang baik dan perbuatan yang jahat tolaklah (kejahatan yang ditujukan kepadamu) dengan cara yang lebih baik apabila engkau berlaku yang demikian maka orang yang merasa permusuhan terhadapmu dengan serta merta akan menjadi seolah-olah seorang sahabat karib."

KESIMPULAN
Mewujudkan silaturrahim itu terutamanya di kalangan sesama ahli keluarga adalah satu tuntutan dan menjadi kewajipan kepada umat Islam melaksanakannya selari dengan amalan-amalan lain. Kalau silaturrahim itu belum wujud, hendaklah kita wujudkan; kalau ada apa-apa masalah atau kesulitan, hendaklah kita selesaikan; kalau sudah terputus, hendaklah kita pulihkan dan jika sudah baik keadaannya hendaklah kita suburkan. 
 kredit to : adikku syg, ukhti Khairunnisa Zamri
~ hidup ini indah bila semuanya meyakinkan ~
Allah Cinta Agungku 
^_^
 
 

Thursday, November 01, 2012

5 perkara menjamin wanita ke syurga

Perkara yang membawa seseorang wanita kepada keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 

Antaranya, hendaklah melaksanakan kewajipan agama.
 Dalam sebuah hadis riwayat al-Bazaar, Rasulullah SAW bersabda (yang bermaksud): 
Jika seseorang wanita solat lima waktu, berpuasa pada Ramadan dan taat kepada suaminya, nescaya ia akan masuk syurga.
 
Kedua, hendaklah mentaati suami. Hal ini disebut dalam banyak hadis, antaranya hadis riwayat at-Tabarani, daripada Abdullah bin Salam bahawa Rasulullah SAW bersabda (yang bermaksud): Sebaik-baik wanita adalah wanita yang menyenangkanmu jika kamu melihatnya, mentaatimu jika kau menyuruhnya dan dapat menjaga dirinya dan hartamu ketika engkau tidak bersamanya.

Ketiga, selalu mengingati Allah. Dalam sebuah hadis riwayat at-Tirmizi, bahawa Rasulullah SAW bersabda (yang bermaksud): Hendaklah kamu (para wanita) memperbanyak membaca tasbih, tahlil, taqdis dan hitunglah dengan ruas jari-jari kerana sesungguhnya mereka akan ditanya dan akan dijadikannya boleh berbicara. Janganlah kamu lalai sehingga melupakan rahmat Allah.

Keempat, solat malam. Dalam hadis riwayat Abu Daud daripada Abu Hurairah r.a dan Abu Said r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda (yang bermaksud): Sesiapa yang bangun tengah malam, kemudian membangunkan isterinya, lalu mereka melakukan solat berjemaah dua rakaat, maka mereka akan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang banyak mengingati Allah.

Kelima, berbuat baik dan banyak bersedekah. Dalam sebuah hadis riwayat Ahmad dan Tirmizi, Rasulullah SAW bersabda (yang bermaksud): Wahai semua wanita, bersedekahlah walaupun dari perhiasan kamu sekalian. Sesungguhnya kamu kelak paling banyak menjadi penghuni neraka. Demikianlah, wallahualam


Rujukan:
http://www.islamituindah.my/5-perkara-bawa-wanita-ke-syurga

sumber ; http://peribadirasulullah.wordpress.com/2012/10/31/5-perkara-yang-akan-menjamin-wanita-ke-syurga/



sori letak gambar jiwang plak kt sini..huuu

selamat beramal semua

~TUHAN CINTA AGUNGKU~


 

Monday, October 22, 2012

KELEBIHAN BERPUASA 1 - 9 DZULHIJJAH



Salah satu cara yang telah di anjurkan oleh agama kita ialah dengan berpuasa sunat pada tanggal 1 hingga 9 Zulhijjah. Kelebihan berpuasa pada hari itu berbeza-beza pula, menurut sebuah hadis yang telah di riwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a, Rasulullah SAW bersabda maksudnya :

     Hari                                                                                                 kelebihannya

1 Zulhijjah     Kesalahan Nabi Adam di ampuni Allah, barangsiapa berpuasa pada hari itu, di ampuni Allah akan dosanya.

2 Zulhijjah  Doa Nabi Yunus di perkenankan oleh Allah, barangsiapa berpuasa pada hari itu seolah-olah ia berpuasa setahun dan ia tidak pernah berbuat maksiat sedikit pun.

3 Zulhijjah  Doa Nabi Zakaria di perkenankan Allah, barangsiapa berpuasa pada hari itu, di perkenankan Allah segala doanya.

4 Zulhijjah     Nabi Isa a.s telah di lahirkan, barangsiapa berpuasa pada hari itu, terhindar ia daripada kefakiran serta kemelaratan dan pada hari kiamat kelak ia akan tergolong bersama dengan orang2 yang terhormat.

5 Zulhijjah    Nabi Musa a.s di lahirkan, barangsiapa berpuasa pada hari itu, terlepas ia daripada sifat munafik serta seksa kubur.

6 Zulhijjah   Allah membuka pintu kebajikan bagi Nabi-nabiNya. Barangsiapa yang berpuasa pada hari itu akan di pandang oleh Allah dengan penuh rahmat dan kasih sayang serta terlepas daripada azab.

7 Zulhijjah   Pintu neraka jahanam akan dikunci dan di buka semula lewat 10 Zulhijjah. Barangsiapa berpuasa pada hari itu, di kuncikan oleh Allah baginya 30 pintu kesulitan dan di bukakan 30 pintu kesenangan.

8 Zulhijjah    Nabi Ibrahim bermimpi mendapat perintah dari Allah supaya menyembelih puteranya Ismail. Seharian ia berfikir apakah perintah itu datangnya dari Allah atau dari Syaitan. Hari itu telah di namakan dengan Hari ’Tarwiya’ (hari berfikir-fikir). Barangsiapa berpuasa pada hari itu, ia akan di beri Allah pahala yang tidak terhitung jumlahnya, hanya Allah yang mengetahui.

9 Zulhijjah     Turun ayat terakhir kepada Rasulullah saw yg tersebut dalam Surah Al-Ma’idah, ayat 3.  Menurut sejarah, 81 hari setelah ayat ini di turunkan iaitu pada Hari Jumaat tanggal 9 Zulhijjah tahun 9 H ketika nabi Wukuf di Arafah, baginda pun wafat. Pada hari itu juga Allah memberitahu Nabi Ibrahim bahawa perintah menyembelih anak itu sememangnya adalah perintah dariNya, bukan dari syaitan. Justeru hari itu di namakan ‘Hari Arafah’ (hari tahu). Barangsiapa yang berpuasa pada hari itu akan di ampunkan dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

10 Zulhijjah  adalah hari raya Aidul Adha (korban) di namakan juga hari “Nahar” (menyembelih). Barangsiapa berkorban pada hari itu dengan seekor korban, maka setiap titisan darah yang mengalir dari leher haiwan itu akan di ampuni Allah akan dosanya serta dosa ahli keluarga. Barangsiapa yang bersedekah pada hari itu, maka ia akan di bangkitkan oleh Allah pada hari kemudian dalam keadaan aman dan sentosa serta timbangan amal baiknya lebih berat daripada Bukit Uhud yg terdapat di Madinah.



Wallahu’alam..

SELAMAT BERAMAL DAN BERPUASA SAHABAT !! ^_^ <3

Sumber : murobbiah ;)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...